Cari Blog Ini

Pages

Sabtu, 21 April 2012

TRIANLOVE



            Kenalin nama gue Ari. Gue udah lama menjomblo. Dan menurut kalian setelah baca kisah gue, pasti menurut kalian semua bakal ngecap gue sebagai cowok yang nggak PD dan kurang berani, apalagi dalam hal menyatakan perasaan kepada seorang cewek!. Gue suka sama salah satu seorang cewek. Gue udah berteman dan sekelas sama dia dari kelas 3 SMP sampai sekarang kelas 2 SMA. Rasa itu masih terus ada, apalagi lihat senyumnya yang manis itu, uhhh… bikin gue melting!!!. Tapi ternyata di kelas ada saingan gue yang suka juga sama cewek yang gue suka. Oh iya nama cewek itu adalah Izzy. Begini ceritanya …

            Fatir dan Izy duduk berdekatan di kelas, Izzy duduk di depan Fatir dan Fatir duduk di belakang Izzy. Fatir sangat sering mengganggu Izzy. Menurut salah satu sahabat Izzy, Rena, bahwa Fatir menyukai Izzy. “Zy, menurut gue lihat dari tingkah laku Fatir, kayaknya dia suka sama lo deh” beritahu Rena pada Izzy lalu Izzy membalasnya “Suka gue?? Emang factor apa yang melatarbelakangi dia suka sama gue? Sok tahu lo haha”, ”aduh Izzy, polos banget sih lo, udah jelas di lihat dari gerak – geriknya kalau Fatir itu suka sama lo, dia suka ngisengin lo, becandain lo, suka ngegombalin lo, banyak deh!” tegas Rena lalu Izzy membalasnya lagi “menurut gue biasa aja Ren, semua orang suka dia becaandain kok haha”, “ih capek lah ngomong sama lo, Zy, yaudah ke kantin aja yuk, gue laper nih haha” jelas Rena lagi dengan nada agak kesal dan tertawa, Izzy pun mengiyakan omongan Rena sambil tertawa dan segeralah mereka berdua pergi ke kantin.

            Setelah bel masuk berbunyi, pelajaran bahasa di mulai. Kelas gue di suruh bikin kelompok. Gue selalu berharap bisa satu kelompok sama Izzy, tapi nyatanya ngga pernaaaaaaaaaaaaaaah!!!.

            “Zy, gue mau sekelompok dong sama lo” mohon Fatir pada Izzy, “Lo mah pengen deket – deket gue aja tau haha” jawab Izzy dengan nada lelucon kemudian Fatir meyambung pembicaraan mereka lagi “iya, kan biar terus deket di lo dan hati lo, Zy haha”, “cukup Tir gombalnya, iya lo gue masukin di kelompok tapi jangan gombalin gue lagi ya haha” sambung Izzy dengan nada agak sedikit gugup. Pelajaran usai bel pulang berbunyi. Sehabis pulang ekskul Fatir melihat Izzy masih berdiri di dekat gerbang sekolah seperti sedang menunggu seseorang.

            “Zy, nunggu siapa lo??” Tanya Fatir, lalu Izzy membalas “Nunggu kakak gue nih, Tir lama banget. Udah 30 menit gue nunggu”, “udah yuk bareng gue aja nggak apa – apa kok” ajak Fatir pada Izzy dan Izzy pun mengiyakan ajakan Fatir tersebut. Sepanjang perjalanan mereka terus saja bercanda tertawa riang.

            Sesampainya di rumah Izzy kepikiran dengan pacarnya yang sudah hamper 3 minggu sudah tidak mengirimkan sms kepadanya lagi. Izzy ingin putus saja tetapi ia tidak tega. Setelah berjam – jam ia berfikir tentang ini, akhirnya ia putus juga dengan pacarnya. Izzy pun langsung menceritakan kejadian yang barusan terjadi pun kepada Evyn, sahabatnya. “Vyn, gue udah pegat!!!” “Kenapa???” “Besok gue ceritain di sekolah” “Okedeh”.

            Esok harinya di sekolah …

“Zy gimana ceritanya??” Tanya Evyn dengan sangat amat ingin tahu. Baru saja akan bercerita pada Evyn tiba – tiba Fatir datang menghampiri Izzy dan pembicaraan antara Izzy dan Evyn pun terganggu. “Zy, status twitter lo kenapa?? Kayak lagi galau?” Tanya Fatir penuh rasa ingin tahu. “nggak galau kok, cumaaa…” “Cuma apa??” “gue udah pegat sama cowok gue!!” “kenapa?” “gue udah males sama dia pacaran kayak nggak pacaran, sms nggak pernah, iyasih waktu itu gue pernah bilang kalau gue nggak terlalu suka sering smsan, tapi nggak gini juga kali nanggepinnya sampai nggak sms berminggu – minggu. Nggak bisa nyeimbangin banget!!!” jawab Izzy dengan nada sangat kesal. “Yaudah sama gue aja yuk haha” sambung Fatir menggoda Izzy “ha? Maksudnya apa ? nggak ngerti haha” jawab Izzy bingung. “Pacaran sama gue lah, gue serius” , Izzy pun hanya tersenyum dan tertawa saja, seolah Fatir hanya mengajaknya becanda, tapi ternyata tidak, Fatir serius dengan apa yang barusan ia ucapkan.

            Kapan yaa gue bisa kayak Fatir??? Belum satu tahun sekelas sama Izzy aja deketnya udah deket banget, sedangkan gue?? Hufftt (ngelus dada). Pernah sebulan gue bisa deket banget sama Izzy gara – gara kita di suruh nyiapin acara buat pensi sekolah. Di kegiatan itu gue bisa dekeeeeeeet banget sama Izzy. Hari demi hari gue habisin waktu berdua sama Izzy, seneng banget gue, dan menurut gue kayaknya Izzy suka deh sama gue, soalnya dia sering kasih gue senyum , aaaaaa manis banget senyumnya! 

            Hari diadakannya pensi pun akhirnya tiba. Gue, Izzy, dan teman – teman yang lainnya sangat sibuk dalam membantu acara pensi ini. Setelah acara pensi selesai, sambil bersih – bersih peralatan yang sudah tidak di pakai lagi, gue mengutarakan perasaan gue sama Izzy. Gue nggak tahan kalau harus memendam perasaan ini sampai 4tahun lagi haaaah…. “Zy, lo pulang sama siapa nanti? Gue anter lo pulang mau nggak?” Tanya gue dengan penuh rasa, berharap Izzy mau nerima ajakan gue dulu, baru nanti gue tembak , lalu Izzy membalas dengan nada bingung “Duhh gimana yaa, Ri. Gueee … guuee” “nggak apa – apa kok, yaaa? Oh iya gue suka sama lo, udah hamper 3 tahun lho, lo mau nggak jadi pacar gue??”, baru saja gue nanya sama Izzy tiba – tiba Fatir datang menghampiri Izzy dan mengajaknya pulang, kemudian Izzy bilang “maaf, Ri. Gue udah punya pacar” jawabnya ragu, gue pun Tanya lagi karena penasaran “emang siapa pacar lo?” “Faaaa..tirrr” jawabnya dengan nada agak sedikit terbata – bata. “Ouh lo udah jadian sama dia? Yaudah deh langgeng ya” “lo ngga marah kan???” “nggak kok, yaudah sana pulang, Fatir udah nungguin lo, kok” “oke,Ri. Kita tetep jadi temen kok” J.

            Yah pada akhirnya cinta gue emang nggak di terima sama Izzy, tapi gue tetep berteman baik kok dengan Izzy. Sakit sih, tapi mau gimana lagi. Cinta nggak bisa di paksai bro! Gue harus move on pokoknya, harus bisaa, haruuus!!!!

The Wizard and the Hopping Pot (Sang Penyihir dan Kuali Melompat)

Kisah ini merupakan sebuah cerita mengenai jasa seorang tua yang dengan bermurah hati menggunakan kuali untuk membuat ramuan. yang digunakan untuk membantu orang lain yang datang meminta bantuannya. Semasa kematiannya, beliau meningggalkan semua harta milknya kepada satu-satunya anak tunggal lelakinya, yang tidak mewarisi sifat kemurahan hati ayahnya. Selepas kematian ayahnya, beliau telah menjumpai satu sepatu dengan catatan dari ayahynya yang tertulis "Dengan harap, kamu tidak memerlukan ini lagi".

Karena ditinggalkan tanpa harta kecuali sebuah kuali, anak itu akan menutup pintu bagi setiap tamu yang datang untuk meminta bantuan. Tamu pertama datang adalah seorang wanita tua yang cucunya terjangkit kutil. Lalu, pintu ditutup, si anak mendengar bunyi dari dapur dan melihat kuali pemberian ayahnya mempunyai sebatang kaki yang ditumbuhi kutil. Tamu seterusnya adalah seorang lelaki tua yang datang dengan keledainya yang lapar yang tidak dapat bergerak untuk membantu lelaki tua itu untuk ke pasar untuk membeli barang makanan untuk keluarga orang tua itu yang sedang kelaparan. Sebaik saja si anak menutup pintu kali ini, kuali itu mulai berbunyi seperti keledai. Beberapa kejadian yang sama berlaku, sehinggalah si anak mengalah dan membuat keputusan untuk memanggil tamu-tamu tadi dan mula menawarkan bantuan sehingga beliau menyelesaikan semua masalah yang dihadapi tamu-tamunya sehingga kuali itu memuntahkan satu sepatu misteri yang anehnya sama dengan kaki kuali yang kini tidak berisik, dan kedua si anak dan kuali itu berjalan ke arah matahari terbenam.

The Warlock's Hairy Heart (Penyihir Hati Berbulu)

okoh utama adalah seorang pemuda sihir yang muda, kaya, tampan, kelemahannya adalah ketika ia emosi, dan berencana untuk menghalangi dirinya jatuh cinta, dengan menggunakan Ilmu Hitam. Pemuda itu yang terlalu terbawa-bawa dengan sikapnya yang percaya diri bahwa dirinya wajar dicemburui oleh orang lain karena kekuasaannya dan keteguhannya. Namun, pada suatu hari, beliau terdengar percakapan antara dua orang pembantunya. Salah seorang pembantunya berasa kasihan pada tuannya, salah satu pembantu berkata bahwa orang seperti dia tidak pernah punya istri. Pemuda itu berencana untuk mencari seorang wanita yang cantik, berbakat dan kaya supaya beliau dicemburui oleh orang lain.

Pemuda itu bertemu dengan wanita yang mempunyai sifat-sifat yang dicarinya. Wanita itu yang tertarik namun pada waktu yang sama rasa kurang setuju untuk menghadiri jamuan makan yang diadakan di kediaman pemuda itu. Pemuda itu coba untuk membuat wanita itu kagum apabila wanita itu berkata bahawa beliau hanya akan percaya dengan kata-kata itu jika wanita itu menyangka pemuda itu mempunyai hati. Lalu, pemuda itu membawa wanita itu turun ke kawasan penjara di mana terdapat satu bekas sihir yang menempatkan hatinya yang masih berdetak.

Terlalu lama berpisah dengan tuannya, hati itu telah berbulu. Wanita itu meminta pemuda itu meletakkan hati itu semula ke dalam tubuhnya, dan pemuda itu melakukannya. Wanita itu yang gembira dengan tindakan lelaki itu memeluk tubuh lelaki tersebut. Namun, hati itu yang berada dalam keadaan yang terlalu parah kerana lama berpisah dengan badan menjadi semakin sekarat akibat kewangian rambut wanita itu dan kemulusan kulitnya yang menembus sampai hati tersebut.

Para tamu yang menghadiri jamuan itu mula tertanya-tanya di manakah tuan rumahnya. Lalu mereka mula mencari pemuda tersebut dan menjumpai pemuda itu di kawasan penjara. Pemuda itu sedang merangkak, sambil memegang-megang dan menjilat hati milik wanita tadi sementara wanita itu terbaring dengan luka di dadanya dan sudah tidak bernyawa. Pemuda itu coba untuk menukar hati miliknya dengan hati wanita itu. Namun, jantungnya yang kuat enggan mengizinkannya. Disebabkan tidak mau diperintah oleh hati sendiri, membuat keputusan untuk membelah dadanya dan mencabut keluar hatinya. Seketika, pemuda itu berada seperti di puncak kemenangan dengan sebuah hati bagi setiap tangan sebelum jatuh mati di atas mayat wanita tadi.

The Tale of the Three Brothers (Kisah Tiga Saudara)

Cerita ini satu-satunya cerita yang dijelaskan dengan panjang lebar dibanding empat cerita yang lain, dan telah ditreangkan dalam bab 21 buku Harry Potter dan Relikui Kematian. Di cerita ini, terdapat dua gambar bab yang digunakan yaitu tiga tengkorak dan yang di tengah terdapat simbol Relikui Kematian di dahinya.

Kisah ini menceritakan tiga kakak beradik yang berkelana bersama, setibanya di seberang sungai yang sulit untuk disebrangi. Mereka memunculkan jembatan ajaib yang merentangi sungat tersebut. Ketika di pertengahan jembatan, mereka bercakap-cakap dengan Kematian yang marah karena kehilangan tiga makan malamnya. Dia berpura-pura kagum dengan kehebatan mereka, lalu Kematian mengatakan bahwa semua yang ketiga kakak beradik minta akan di kabulkan. Saudara yang pertama minta tongkat sakti yang tidak terkalahkan. Saudara yang kedua minta kelebihan untuk memanggil orang mati. Saudara yang ketiga sadar akan niat jahat Kematian itu dan meminta satu cara untuk menghindari Kematianagar tidak mengikutinya. Kematian memberikan jubah ghaib. Setelah itu, tiga kakak beradik itu berpisah.

Saudara yang pertama, bangga dengan tongkat saktinya, dirampok ketika tidur dan dibunuh. Saudara yang kedua menggunakan kelebihannya untuk memanggil wanita yang dicintainya, yang mati sebelum sempat dinikahinya. Walau bagaimanapun, dia tidak puas karena hanya bisa memanggil arwah si perempuan lalu saudara yang kedua bunuh diri untuk ikut sang peremempuan. Bagi saudara yang ketiga, Kematian tidak bisa mencarinya, kerana dia selalu bersembunyi di jubah ghaib itu. Setelah bertahun-tahun berlalu, saudara yang terakhir itu melepas jubah itu dan menyerahkannya kepada anaknya. Bangga dengan tujuannya, dia menemui Kematian sebagai kawan lama dan memilih untuk 'pergi' bersama-sama kedua saudaranya agar "sebanding".

The Fountain of Fair Fortune (Air Mancur Mujur Melimpah)

Terdapat sebuah taman sihir tersembunyi yang dilindungi oleh "sihir yang kuat". Dalam setahun, seorang yang "rugi" disuruh untuk mencari jalan masuk ke Air Mancur, untuk mandi di dalamnya, dan mendapat "keberuntungan seumur hidup."

Mengetahui bahawa ini adalah satu-satunya cara untuk mengubah hidup, mereka yang penyihir atau tidak, berpergian dari pelosok kerajaan untuk mendapatkan peluang untuk memasuki taman tersebut. Disinilah tiga orang penyihir perempuan telah bertemu dan berbagi kisah duka masing-masing. Pertama ialah Asha, yang mengindap "sejenis penyakit yang tiada yang mampu menyembuhkan" yang berharap Air mancur itu dapat mengembalikan kesehatannya. Kedua ialah Altheda, yang telah dirampok dan dipermalukan oleh seorang penyihir. Dia berharap Air Mancur itu mampu menyembuhkan perasaan putus asanya dan juga membrantas kemiskinannya. Penyihir ketiga, Amata, yang telah ditinggalkan oleh kekasihnya, berharap Air Pancut tersebut itu dapat menyembuhkan perasaan "kesedihan dan rasa kerinduan untuk bersama" dirinya. Ketiganya berpendapat bahwa lebih baik mereka bekerjasama untuk mencari jalan ke Air Mancur tersebut. Pada cahaya yang pertama, satu retakan di dinding telah muncul dan "Creepers" ("Makhluk Merayap") telah keluar dari celahan taman dan melilitkan tubuhnya ke badan Asha, penyihir yang pertama tadi. Dia memegang Altheda yang ketika itu sedang memegang Amata. Namun, Amata yang turut terperangkap di dalam perisai seorang kesatria, menyebabkan keempat-empat mereka tadi termasuk Kesatria tadi ikut tertarik ke dalam taman tersebut melalui dinding tadi setelah Makhluk Merayap tadi merentap Asha.

Mengingat hanya seorang saja yang boleh mandi di dalam Air Mancur, dua penyihir yang pertama tadi kecewa dengan tindakan Amata yang mengajak seorang pesaing lagi. Kesatria itu yang tidak mempunyai kekuatan sihir yang mengenali ketiga wanita tadi sebagai penyihir, mengenalkan dirinya sebagai "Sir Luckless" dan ingin menarik diri daripada tantangan untuk mencari Air Mancur tersebut. Namun, Amata tetap tegas untuk mengajak kesatria masuk ke dalam kelompok tersebut.

Dalam perjalanan ke Air Pancut, kumpulan itu telah menghadapi tiga tantangan. Pertama, mereka terpaksa menghadapi seekor makhluk "cacing putih raksasa, kembung dan buta" yang meminta "bukti kesakitan". Sstelah beberapa cobaan menggunakan sihir dan cobaan lain yang tidak membuahkan hasil, Asha telah menangis karena tertekan tanpa menyadari bahwa titisan air mata itulah bentuk “bukti kesakitan” yang dicari yang akhirnya memuaskan hati cacing tersebut, yang akhirnya membolehkan keempat-empat mereka untuk masuk. Kemudian, mereka terpaksa melalui satu tebing yang curam dan mereka telah diminta untuk membayar "hasil usaha". Kemudian, mereka diminta untuk memanjat bukit yang menyebabkan mereka memakan waktu berjam-jam. Akhirnya, usaha Altheda yang menyorak kumpulannya akhirnya terbalas apabila titisan keringat terutama dari keningnya dijadikan bayaran “hasil usaha”. Akhirnya mereka terpaksa melintasi satu sungai dan mereka telah diminta untuk membayar “harta masa lalu”. Berbagai cobaan untuk melintasi sungai itu tidak membuahkan hasil sehingga Amata memikirkan suatu usaha yaitu dengan menggunakan tongkat sihirnya untuk membawa keluar ingatannya tentang kekasihnya yang telah meninggalkannya, lalu menitiskannya ke dalam sungai tersebut. Lalu batu tempat untuk berpijak muncul dan akhirnya mereka bisa melintasinya untuk ke arah Air Mancur, di mana mereka membuat keputusan siapa yang dapat mandi dengan Air Mancur tersebut.

Asha jatuh pingsan akibat keletihan dan hampir mati. Beliau berada dalam keadaan yang amat sakit hingga tidak mampu untuk sampai ke Air Mancur dan telah meminta supaya kawan-kawannya tidak mengerakkan tubuhnya. Altheda dengan segera membuat ramuan yang mujarab dalam usaha untuk mneyegarkan tubuh Asha semula, dan akhirnya ramuan itu bisa memyembuhkan penyakit yang dialaminya selama ini selain daripada kelelahannya, dan kini beliau tidak lagi perlukan Air Mancur tersebut. Dengan berhasil menyebuhkan Asha, Altheda kini sedar bahawa beliau mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan orang lain dan cara baru untuk mendapat rezeki. Beliau kini tidak lagi memerlukan air dari Air Mancur tersebut untuk menyembuhkan “perasaan putus asanya dan kemiskinannya”. Ahli sihir ketiga, Amata menyadari setelah beliau menhgapuskan ingatannya tentang kekasihnya, dia kini baru dapat melihat sikap sebenarnya dari kekasihnya yaitu kejam dan tidak bertimbang rasa. Beliau menyarankan supaya Sir Luckless yang patut diberi peluang atas keberaniannya. Si Kesatria yang kini sadar akan keberaniannya, dan Amata yang kini sudah menaruh harapan dalam hati Kesatria itu kini sadar yang beliau sudah berjumpa dengan lelaki yang sesuai dengan dirinya. Keempatnya kini dengan impian yang masing-masing telah tercapai, berlalu pergi bersama-sama tanpa menyadari bahwa Air Mancur itu sebenarnya tidak mempunyai kekuatan apapun.

[sunting] The Warlock's Hairy Heart

Tokoh utama adalah seorang pemuda sihir yang muda, kaya, tampan, kelemahannya adalah ketika ia emosi, dan berencana untuk menghalangi dirinya jatuh cinta, dengan menggunakan Ilmu Hitam. Pemuda itu yang terlalu terbawa-bawa dengan sikapnya yang percaya diri bahwa dirinya wajar dicemburui oleh orang lain karena kekuasaannya dan keteguhannya. Namun, pada suatu hari, beliau terdengar percakapan antara dua orang pembantunya. Salah seorang pembantunya berasa kasihan pada tuannya, salah satu pembantu berkata bahwa orang seperti dia tidak pernah punya istri. Pemuda itu berencana untuk mencari seorang wanita yang cantik, berbakat dan kaya supaya beliau dicemburui oleh orang lain.

Pemuda itu bertemu dengan wanita yang mempunyai sifat-sifat yang dicarinya. Wanita itu yang tertarik namun pada waktu yang sama rasa kurang setuju untuk menghadiri jamuan makan yang diadakan di kediaman pemuda itu. Pemuda itu coba untuk membuat wanita itu kagum apabila wanita itu berkata bahawa beliau hanya akan percaya dengan kata-kata itu jika wanita itu menyangka pemuda itu mempunyai hati. Lalu, pemuda itu membawa wanita itu turun ke kawasan penjara di mana terdapat satu bekas sihir yang menempatkan hatinya yang masih berdetak.

Terlalu lama berpisah dengan tuannya, hati itu telah berbulu. Wanita itu meminta pemuda itu meletakkan hati itu semula ke dalam tubuhnya, dan pemuda itu melakukannya. Wanita itu yang gembira dengan tindakan lelaki itu memeluk tubuh lelaki tersebut. Namun, hati itu yang berada dalam keadaan yang terlalu parah kerana lama berpisah dengan badan menjadi semakin sekarat akibat kewangian rambut wanita itu dan kemulusan kulitnya yang menembus sampai hati tersebut.

Para tamu yang menghadiri jamuan itu mula tertanya-tanya di manakah tuan rumahnya. Lalu mereka mula mencari pemuda tersebut dan menjumpai pemuda itu di kawasan penjara. Pemuda itu sedang merangkak, sambil memegang-megang dan menjilat hati milik wanita tadi sementara wanita itu terbaring dengan luka di dadanya dan sudah tidak bernyawa. Pemuda itu coba untuk menukar hati miliknya dengan hati wanita itu. Namun, jantungnya yang kuat enggan mengizinkannya. Disebabkan tidak mau diperintah oleh hati sendiri, membuat keputusan untuk membelah dadanya dan mencabut keluar hatinya. Seketika, pemuda itu berada seperti di puncak kemenangan dengan sebuah hati bagi setiap tangan sebelum jatuh mati di atas mayat wanita tadi.

Babbitty Rabbitty and her Cackling Stump (Babbitty Rabbitty dan Tunggul Terbahak)

Pada jaman dahulu, di suatu kawasan tanah yang jauh dan terasing, seorang Raja telah membuat keputusan untuk menyimpan segala kekuatan sihir yang ada di dunia ini hanya untuk dirinya saja. Dalam usahanya untuk mendapatkan semua kekuatan sihir itu, Raja perlu mengumpulkan semua para penyihir di dunia ini baik laki-laki atau perempuan dengan membentuk sebuah Pasukan Penangkap Penyihir yang mempunyai sekumpulan anjing liar. Tetapi, baginda terpaksa belajar dulu cara menggunakan sihir, oleh itu baginda telah mengadakan sayembara siapa yang bisa mengajari beliau sihir. Bagaimanapun, tidak ada yang mau tampil dihadapnnya hingga muncul seorang Muggle yang berpura-pura menjadi seorang penyihir yang mencoba mengajari Raja itu cara menggunakan sihir itu sedangkan dia sendiri tidak mempunyai ilmu untuk menggunakan sihir.

Tidak lama kemudian, Muggle itu telah meminta upah dan harta atas apa yang diajrkan kepada beliau, dan beliau telah menyimpan segala upah itu di sebuah rumah yang kecil. Babbitty, tukang cuci Raja telah bersembunyi dan memperhatikan perbuatan Muggle ketika Muggle itu telah mematahkan dua ranting dari sebatang pohon dan berpura-pura itu sebagai tongkan sihir.

Sementara Raja dan Muggle itu sedang berlatih, mereka terdengar Babbitty tertawa terbahak-bahak dari rumah kecilnya. Hal ini menyebabkan Raja itu murka lalu berkata bahawa baginda akan menunjukkan kemahiran baru beliau di hadapan Muggle tersebut. Bagaimanapun, Muggle itu mencoba untuk melarikan diri dengan berkata bahwa tidak dapat membantu Raja itu dan dia mempunyai urusan di kota. Tetapi, Raja itu telah mengancam bahwa ia akan mengirim tentara beliau untuk mengejar Muggle tersebut dan jika ada orang yang mentertawakan beliau ketika mencoba menghasilkan sihir, kepala Muggle tersebut akan dipenggal. Muggle itu kemudiannya menuju ke rumah Babbitty dan menyelidiki Babbitty yang ternyata penyihir asli.

Tanpa dapat berkata apa-apa, Babbitty setuju untuk membantu Muggle tersebut. Beliau berkata kepada Babbitty bahawa Babbitty perlu bersembunyi di semak-semak keesokannya, dan akan mencoba agar Raja itu dapat melakukan sihir. lalu, Raja itu telah mengilangkan sebuah topi, mengapungkan seekor kuda, bagaimanapun ketika salah seorang penonton bertanya jika Raja itu mampu menghidupkan anjingnya yang sudah mati, Raja itu gagal dalam percobaanya. Babbitty tidak mampu berbuat apa-apa karena tidak ada mantra yang mampu menghidupkan benda mati. Para penonton telah mentertawakan baginda, dan baginda ingin tahu bagaimana sihirnya bisa gagal. Muggle itu telah menunjuk ke arah semak dan berkata bahwa terdapat seorang penyihir jahat yang sedang menghalangi sihir tersebut. Babbitty segera melarikan diri, dan anjing-anjing yang dikirim untuk mengejar beliau, Babbitty "menghilang", menyebabkan anijing-anjing itu menabrak pada sebatang pohon.

Muggle itu berkata bahawa Babbitty telah menjadi pohon crabapple, dan pohon tersebut perlu ditebang. Lalu pohon itu ditebang. Semasa jumlah penonton mulai berkurang, mereka terdengar suara dari batang pohon yang telah ditebang tadi dan Babbitty memberitahu para penonton untuk membunuh penyihir tidak dengan ditebang, dan mereka perlu mengintrogasi Muggle itu sebagai bukti. Muggle itu akhirnya mengaku bahawa beliau merupakan seorang penipu dan beliau akan membuat hukuman mati atas orang yang dicederakan. Babbitty kemudian membuat permintaan untuk sebuah tugu didirikan untuk beliau sebagai peringatan kepada mereka atas apa yang telah terjadi. Raja itu berjanji untuk melaksanakannya. Tidak lama kemudian, keluar seekor kelinci tua dari tunggul pohon tersebut dengan sebatang tongkat sakti di mulutnya, dan didapati bahawa beliau merupakan seorang animagus yang akhirnya meninggalkan kerajaan itu. Maka, buat selama-lamanya terdapat sebuah tugu Babbitty di atas tunggul tersebut.

Rabu, 18 April 2012

Daftar mantera dalam Harry Potter, Part B

Babbling Curse (Kutukan mengoceh)

  • Keterangan: Kutukan mengoceh tidak sepenuhnya dipahami, namun juga dianggap menyebabkan seseorang mengoceh setiap kali mereka mencoba untuk berbicara.
  • Dilihat / disebutkan: Menurut Gilderoy Lockhart, ia pernah menyembuhkan penderitaan ini di desa Transylvania , tetapi kemudian ia mengakui untuk menghancurkan kenangan seseorang yang melakukan penyembuhan orang desa, dan kenangan orang lain, dan perbuatan mereka yang ia klaim sebagai perbuatannya.

Banishing Charm (Mantera Penolak)

  • Keterangan: Bertentangan dengan "Accio". Menghalau objek mantra yang dilakukan pada.
  • Dilihat / disebutkan: Dilihat di Piala Api, dilemparkan dengan sempurna oleh Hermione yang mengusir bantal ke dalam kotak yang menjadi target mereka di kelas Mantra. Yang sangat mengejutkan Harry, ia juga sempurna mengusir bantal selama pelajaran ini.

Bat-Bogey Hex (Kutukan Kepak-Kelelawar)

  • Keterangan: Membuat Bogies (tidak memiliki arti untuk Bahasa Indonesia)membesar, lalu mengepakkan sayap untuk menyerang target.
  • Dilihat / disebutkan: Ginny Weasley digambarkan sebagai penyihir yang menguasai mantera khusus ini [OP Bab.6] .Dalam Orde Phoenix Ginny Menggunakan Mantera ini pada Draco Malfoy, [OP Bab.33] dan di Half-Blood Prince digunakannya pada Zacharias Smith. [PBC bab.7].

Bedazzling Hex (Kutukan Ilusi)

  • Keterangan: Mirip dengan Mantera Ilusi-Penghilang, dapat digunakan untuk menyembunyikan seseorang atau objek. Juga digunakan untuk membuat mantel tembus pandang.
  • Dilihat / disebutkan: Disebutkan dalam Harry Potter dan Relikui Kematian oleh Xenophilius Lovegood ketika berbicara tentang metode yang berbeda bagaimana cara membuat Jubah Gaib.

Bubble-Head Charm (Mantera Penggelembung-Kepala)


Daftar mantera dalam Harry Potter , Part A

Accio (Mantra Panggil)

  • Pengucapan: Berbagai saran telah dilakukan, termasuk:
/ Æki.oʊ / AK-ee-oh - dalam film dan video game. / Æksi.oʊ / AK-see-oh - dalam U.K. buku audio. / Æsi.oʊ / AS-see-oh - dalam U.S.A buku audio.
  • Keterangan:Mantra ini memiliki fungsi untuk mengambil benda yang jaraknya dekat dengan tongkat si penyihir.
  • Dilihat / Disebutkan: Pertama kali disebutkan dalam Harry Potter dan Piala Api, saat itu digunakan oleh Molly Weasley pada si kembar Weasley untuk menyita 'Sihir Sakti Weasley' produk buatan mereka dari kantong mereka, sebelum mereka berangkat ke Piala Dunia Quidditch. Hermione juga disebutkan mencoba belajar mantera ini selama perjalanan dia kapal Hogwarts Express. Kemudian dalam buku yang sama, Harry memanggil sapunya untuk menyelesaikan Tugas Pertama Turnamen Triwizard. Menjelang akhir buku ini, Harry mengambil sebuah Portkey ia tidak dapat mencapainya, untuk melarikan diri dari Pertempuran di Makam. Dalam "Orde Phoenix", Bellatrix Lestrange mencoba untuk memanggil Ramalan dari Harry. Juga terlihat di Half-Blood Prince dan Relikui Kematian digunakan Harry untuk memanggil Horcrux, dan Harry mencoba untuk menangkap Rubeus Hagrid yang terjatuh. Salah satu Pelahap Maut mencoba merebut Jubah Gaib Harry menggunakan mantra ini, tetapi tidak berhasil.
  • etimologi yang Disarankan:. The Accio berasal dari kata Latin berarti "saya sebut" atau "Aku memanggil/mengambil". Dalam terjemahan Hungaria, mantra disebut "Invito", mungkin dari kata "untuk mengundang atau undangan".

Aguamenti (Mantera Aguamenti)

  • Pengucapan: ejaan Inggris: [ˌɑːɡwəˈmɛnti] AH-gwə-MEN-tee
  • Keterangan: Menghasilkan sebuah jet air dari tongkat seorang penyihir.
  • Dilihat / disebutkan: Pertama kali dilihat di Piala Api, saat Fleur menaruh api keluar dari rok nya "dengan sedikit air dari tongkatnya." Pertama diketahui namanya di Half-Blood Prince, ketika Harry sedang diajarkan bagaimana melakukan mantra ini khusus di kelas Profesor Flitwick. Kemudian Harry menggunakan mantra ini dalam upaya dalam menciptakan air untuk Dumbledore minum, setelah minum ramuan Voldemort dan kemudian untuk memadamkan pondok Hagrid setelah dibakar oleh pelahap maut. Kemudian pada Relikui Kematian, Hermione Granger menggunakannya untuk memadamkan alis Mundungus yang terbakar setelah Harry sengaja membakarnya Kemudian.Harry menggunakannya dalam upaya menggagalkan usaha Vincent Crabbe dalam melontarkan kutukan Fiendfyre di Kamar Kebutuhan.
  • etimologi yang Disarankan: The aqua kata Latin (air) dikombinasikan dengan augmentum (bandingkan dengan bahasa Inggris)menambah, meningkat, dari augere, untuk meningkatkan, lihat di akar Agustus-Indo-Eropa, yang berarti: "meningkatkan air (aliran)", ini kombinasi menjelaskan QU / perubahan GU dalam aqua-→-(misalnya agua lihat dari bahasa Portugis dan Spanyol) agua. -Menti adalah bentuk genitif dari akhiran -mentum.

[sunting] Alohomora

Anapneo

(Anti-Menyontek)

(Anti-Disapparition)

  • Keterangan: Digunakan untuk mencegah Disapparition (Kemunculan mendadak) di daerah untuk suatu periode.Dapat digunakan untuk mencegah musuh masuk daerah untuk dipertahankan, atau digunakan untuk menjebak musuh di suatu daerah.
  • Dilihat / disebutkan:. Disebutkan dalam Orde Phoenix, digunakan oleh Dumbledore untuk beberapa perangkap Pelahap Maut di Departemen Misteri. Juga digunakan dalam jangka yang lama diHogwarts, alasan mengapa hal ini terjadi adalah, ketika Hermione sering mengutip sebuah kalimat diseluruh seri, "Tidak ada yang bisa ber-Apparate atau ber-Disapparate di dalam Hogwarts." Dalam Relikui Kematian,efek itu dicegah trio dalam melarikan diri ke Hogsmeade ketika Pelahap Maut menempatkan mantra yang sama sekitar kawasan hogwarts.

Antonin Dolohov Curse (Kutukan Antonin Dolohov's)

  • Keterangan: Kutukan ini menyebabkan luka internal yang serius, tetapi tidak menunjukkan gejala eksternal. Hal ini digambarkan sebagai pemain dengan "gerakan slashing", mengirimkan seberkas api ungu. Hal ini tidak nonverbal, walaupun Harry tidak bisa mendengar karena Hermione Granger telah menggunakan pesona membungkam Silencio pada Dolohov sebelumnya.
  • Dilihat / disebutkan: Dilihat hanya di Orde Phoenix, mantra ini dilemparkan tiga kali oleh Antonin Dolohov selama pertempuran antara Pelahap Maut dan anggota (perwira) Laskar Dumbledore di Kementerian Sihir.

Aparecium

Aresto Momentum

  • Pengucapan : ae-res-to mo-men-tum.
  • Keterangan  : Untuk memperlambat waktu pada satu kejadian (Mantera ini Hanya muncul pada film, dalam buku dilontarkan dalam bentuk non-verbal) .
  • Dilihat/Disebutkan : Hanya sekali terlihat, yaitu pada Pertandingan Quidditch tahun Ketiga Harry Potter, digunakan oleh Dumbledore untuk memperlambat jatuhnya Harry Potter dari sapu, akibat serangan Dementor.
  • Etimologi yang Disarankan : kemungkinan berasal dari gabungan beberapa kata dalam bahasa inggris yaitu : Rest (istiraha / jeda), dan Moment (Saat) sesuai dengan fungsinya.

Avada Kedavra (Kutukan Pembunuh)


Voldemort sedang mengucapkan mantera Avada Kedavra saat melawan Harry di Harry Potter and The Goblet of Fire.
  • Pengucapan: ejaan Inggris: [əˈvɑːdə kəˈdɑːvrə] ə-VAH-də kə-DAH-vrə
  • Keterangan: kutukan penyebab kematian yang cepat kepada korban (Dengan pengecualian oleh Sirius Black, yang tinggal sesaat ketika diserang Bellatrix Lestrange dalam Film ke 5) . Ia tidak meninggalkan tanda kematian, dan dikatakan menyakitkan oleh Sirius Black menjelang akhir Buku 7. Tidak ada kontra-kutukan yang diketahui atau yang dapat memblokir mantra (Pengecualian untuk Harry Potter yang selamat dari mantera ini karena kesamaan Bulu Ekor Phoenix dari tongkatnya dn Lord Voldemort, korban bisa menghindari kutukan ini dengan bersembunyi di balik benda padat (yang akan meledak menjadi api saat terkena kutukan itu), atau, jika pengguna kutukan tidak cukup kompeten, kutukan mungkin sama sekali tidak efektif seperti yang dijelaskan oleh Barty Crouch Jr (bertindak sebagai Alastor Moody) di Harry Potter Dan Piala Api. Ini adalah salah satu dari tiga Kutukan Tak Termaafkan, penggunaan mantra ini pada manusia lain dapat memperoleh hukuman seumur hidup di Azkaban.
  • Korban : Hanya dua orang dalam sejarah dunia sihir diketahui telah selamat dari kutukan pembunuh ini - Harry Potter dan Voldemort yang terjadi karena pengaruh Horcrux. Harry diserang dua kali secara langsung. Phoenix(Fawkes) juga bisa bertahan dari kutukan ini. Mereka meledak menjadi api, seperti yang akan mereka lakukan di usia tua dan dilahirkan kembali dari abu. Hal ini terjadi dalam Harry Potter dan Orde Phoenix.
  • Dilihat / Disebutkan Pertama kali: Yang terlihat pertama kali di Film Harry Potter Dan Batu Bertuah bukan kata atau nama , melainkan deskripsi dari tokoh . Pertama kali terlihat efek dan manteranya di Piala Api terhadap Muggle Frank Bryce, dan di setiap buku berikutnya.
  • Etimologi yang disarankan: Selama wawancara penonton di Edinburgh Book Festival (15 April 2004) Rowling mengatakan: "Apakah ada yang tahu di mana Avada Kedavra berasal dari Ini adalah mantra kuno dalam bahasa Arab(Aramia), dan merupakan asli kata dari Abrakadabra, yang berarti 'biarkan hal itu dihancurkan'. " Awalnya, ia digunakan untuk menyembuhkan penyakit dan 'sesuatu' yang sakit, tapi Rowling memutuskan untuk membuatnya menjadi 'sesuatu' yang merenggut dari orang yang dihadapan".

Avis

  • Pengucapan: ejaan Inggris: [ˈeɪvɨs] AY-vis
  • Keterangan: Mantra ini membuat kawanan burung yang keluar dari tongkat pengguna mantra.
  • Dilihat / Disebutkan pertama kali:. Tampil di Piala Api, digunakan oleh Mr Ollivander untuk menguji tongkat Viktor Krum [Piala Api Bab 18] Dalam Pangeran Berdarah-Campuran dilemparkan oleh Hermione Granger, diikuti oleh Mantera Oppugno yang menyebabkan burung untuk menyerang Ron Weasley [. Pangeran Berdarah-Campuran Bab.14]
  • Etimologi Yang disarankan: "Avis" Berasal dari bahasa Latin Yang Artinya "Burung".

Harry Potter and the Half-Blood Prince (Harry Potter dan Pangeran Berdarah-Campuran)

Voldemort dan para "Pelahap Maut"-nya secara terang-terangan melakukan kekacauan besar di seluruh negara Britania Raya|Inggris. Cornelius Fudge didepak dari posisinya sebagai Menteri Sihir atas 'teriakan' komunitas sihir atas kesalahannya menangani masalah Voldemort ini. Ia digantikan oleh Rufus Scrimgeour sebagai Menteri Sihir yang baru. Dalam rezim yang baru ini, dibentuk struktur departemen yang baru dan Arthur Weasley mendapatkan kenaikan jabatan. Hal ini dengan segera meningkatkan kondisi finansial keluarga Weasley.

Di rumahnya di Spinner's End, Severus Snape mendapatkan kunjungan dari ibu Draco Malfoy, Narcissa dan kakaknya, Bellatrix Lestrange. Narcissa memaksa Snape melakukan Sumpah Tak-Terlanggar, agar Snape melindungi Draco dan, bila tugas Draco gagal, Snape harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh sang Pangeran Kegelapan.

Pada pesta memulai tahun ajaran baru, Snape diumumkan telah diangkat sebagai guru Pertahanan terhadap Ilmu Hitam yang baru, hal yang sangat mengherankan bagi kebanyakan murid Hogwarts, khususnya karena selama bertahun-tahun ia tidak berhasil mendapatkan posisi itu. Mempergunakan Harry Potter, Albus Dumbledore berhasil membujuk kawan guru lamanya, Horace Slughorn, untuk mengakhiri masa pensiunnya, dan kembali mengajar di jabatan lamanya, sebagai guru Ramuan.

Karena Slughorn hanya meminta nilai minimal "E" ("Exceed Expectations"-"Di Luar Dugaan") dalam ujian O.W.L. untuk melanjutkan ke kelas lanjutan ([N.E.W.T.) Ramuan, Harry dan Ron berkesempatan untuk mendaftar di kelas itu. Slughorn meminjamkan Harry buku teks tua "Pembuatan-Ramuan Tingkat Lanjutan" yang bertuliskan nama pemiliknya, "Pangeran Berdarah Campuran". Catatan-catatan kecil dari pemilik buku yang berbakat itu membantu Harry menjadi unggul di kelas Ramuan, dan mendapatkan reputasi melebihi Hermione. Sebagai hadiah, Slughorn memberikannya hadiah sebotol kecil Felix Felicis, cairan keberuntungan.

Harry menceritakan kecurigaannya, bahwa Draco Malfoy mungkin adalah seorang Pelahap Maut, kepada Dumbledore, yang tampaknya tidak kuatir, sama seperti Ron dan Hermione. Belakangan, diketahui bahwa Dumbledore sudah menyuruh Snape untuk menyelidiki.

Sesaat ketika Ron dan Hermione tampaknya akan segera memiliki hubungan 'khusus', Ron malah mulai berkencan dengan Lavender Brown - walaupun hal ini hanya sekedar untuk membalas Hermione, yang Ron baru ketahui, dahulu pernah berciuman dengan Viktor Krum. Ron dan Hermione terus-menerus bercekcok satu sama lain hingga saat ketika Ron secara tidak sengaja meminum racun. Hermione sangat terguncang hingga ia dan Ron mengakhiri perselisihan mereka, dan Ron segera memutuskan hubungannya dengan Lavender.

Dumbledore mulai memberikan Harry pelajaran privat. Pelajaran ini berupa pengetahuan mengenai masa lalu Voldemort dan diberikan dalam bentuk memasuki kopi memori-memori orang-orang yang pernah berkaitan dengan masa lalu Voldemort ini, menggunakan alat sihir semacam baskom, Pensieve. Salah satu memori yang merupakan kopi dari memori Slughorn memiliki bagian yang hilang. Dumbledore menugasi Harry untuk mengusahakan memori itu dari Slughorn. Dibantu dengan cairan Felix Felicis, Harry akhirnya berhasil mendapatkan potongan memori itu dari Slughorn. Dumbeldore berspekulasi bahwa Voldemort telah membagi jiwanya menjadi tujuh bagian, dan menyimpan enam bagian dari jiwanya dalam "Horcrux" untuk memastikan bahwa dirinya hidup abadi, sementara bagian ketujuh tetap ada di tubuhnya. Dua Horcrux telah dihancurkan, yang pertama adalah buku harian Tom Riddle yang dihancurkan oleh Harry dan cincin milik Marvolo Gaunt oleh Dumbledore.

Pada masa ini, Harry dan Ginny Weasley memulai hubungan cinta mereka.

Ketika Harry dan Dumbledore akan pergi untuk mencari Horcrux selanjutnya, Harry meninggalkan sisa cairan Felix Felicisnya kepada Ron, Hermione, dan Ginny, setelah ia menduga bahwa Draco Malfoy akan melakukan sesuatu lagi. Setelah dengan cepat menyuruh mereka berpatroli di koridor, Harry ber-Disapparate bersama Dumbledore ke sebuah gua rahasia tersembunyi. Untuk mendapatkan Horcrux itu (sebuah liontin kalung warisan Salazar Slytherin), kondisi Dumbledore menjadi sangat lemah akibat harus meminum semacam cairan yang melingkupi Horcrux tersebut. Mereka segera kembali ke puri Hogwarts dan menemukan Tanda Kegelapan Voldemort berpendar melayang-layang di atas Hogwarts. Mereka disergap Draco Malfoy di atas Menara Astronomi. Dumbledore memantrai Harry yang saat itu tersembunyi di bawah Jubah Gaibnya, sesaat sebelum Draco berhasil melucuti tongkat sihir Dumbledore. Draco mengakui bahwa ia telah membukakan jalan bagi para Pelahap Maut untuk memasuki Hogwarts, walaupun Dumbledore menemukan bahwa anak laki-laki yang nyata-nyata ketakutan itu telah terpaksa untuk membantu anak buah Voldemort.

Para Pelahap Maut tiba dan mendesak Draco untuk menyelesaikan misinya-membunuh Dumbledore-tetapi Draco ragu-ragu. Snape tiba; Dumbledore memohon kepada Snape, "Severus... tolong...", namun tidak jelas apa yang diminta Dumbledore kepada Snape itu. Setelah itu, tiba-tiba Snape membunuh Dumbledore dengan kutukan pembunuh Kutukan Tak-TermaafkanAvada Kedavra (Kutukan Pembunuh)Avada Kedavra. Kekuatan kutukan itu melemparkan Dumbledore melampaui tembok menara. Tewasnya Dumbledore, menyebabkan manteranya yang menahan Harry terangkat. Harry terbebaskan dan mengejar Snape. Keduanya berduel singkat, Snape memperkenalkan dirinya sebagai sang Pangeran Berdarah-Campuran, dan berdua dengan Malfoy, Snape berhasil meloloskan diri melalui gerbang Hogwarts.

Harry menemukan Horcrux liontin kalung di tubuh Dumbledore dan mendapati bahwa itu adalah Horcrux palsu. Di liontin itu, di tempat untuk meletakkan foto, ditemukan secarik perkamen dengan catatan yang menyebut penulisnya dengan inisial "R.A.B.". Horcrux yang asli telah dicurinya dan akan dihancurkan dengan harapan bahwa saat Voldemort bertemu tandingannya, Voldemort "sudah jadi orang biasa lagi, yang bisa mati".

Tahun ajaran berakhir suram dengan pemakaman Dumbledore. Profesor McGonagall, Wakil Kepala Sekolah, menjadi Kepala Sekolah sementara, sementara sekolah mungkin akan ditutup selanjutnya. Bagaimanapun juga, Harry telah memutuskan untuk meninggalkan sekolahnya di Hogwarts untuk mencari sisa Horcrux lainnya. Ron dan Hermione berjanji untuk menyertai Harry. Harry memutuskan hubungannya dengan Ginny untuk melindungi Ginny dari Voldemort. Selama beberapa bulan yang akan datang, Harry akan tetap tinggal bersama keluarga Dursley, memenuhi keinginan Dumbledore. Kemudian, ketiga sahabat itu akan memulai misi mereka, setelah mereka menghadiri satu peristiwa bahagia terlebih dahulu-pernikahan Bill Weasley dan Fleur Delacour.

Harry Potter and the Order of the Phoenix (Harry Potter dan Orde Phoenix)

Tidak banyak penyihir yang percaya (atau mau percaya) bahwa Voldermort telah kembali, termasuk otoritas tertinggi, Kementerian Sihir. Harry dan Dumbledore dianggap menyebar kabar bohong dan dianggap terganggu jiwanya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang percaya pada kebenaran (Dumbledore), dan mereka inilah yang tergabung dalam Orde Phoenix. Namun karena situasi belum memungkinkan, mereka bergerak dan berkumpul secara diam-diam untuk menghindari kecurigaan dari Kementerian. Mereka menggunakan kediaman Sirius, Grimmauld Place nomer 12 sebagai Markas Besar, sehingga Sirius tidak lagi dalam pelarian (tapi tetap bersembunyi karena pihak kementerian masih mencarinya).

Sementara itu, Harry yang diawasi siang-malam (tanpa sepengetahuannya) oleh anggota Orde, (terutama Mundungus Fletcher) semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya Dementor di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley), harus menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts.

Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan seorang murid, Harry pun bebas dari segala tuduhan.

Kemudian, Harry bertemu kembali dengan Ron dan Hermione, sahabatnya. Pada masa ini, karakter Luna Lovegood dimunculkan untuk pertama kalinya. Pada upacara Seleksi, Topi Seleksi memperingatkan Hogwarts akan pentingnya persatuan dalam menghadapi bahaya yang ada (dalam hal ini Voldemort). Tetapi mimpi buruk Harry masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, Harry diajar oleh seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari Kementerian Sihir dan merupakan Asisten Senior Menteri, Dolores Umbridge. Harry berulang kali mendapat detensi karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan (dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karier apa yang mereka minati selepas sekolah. Hal-hal ini semakin mempengaruhi emosi Harry hingga pernah berkelahi dengan Draco Malfoy di pertandingan Quidditch hingga mendapat larangan bermain "seumur hidup".

Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang (pacarnya saat itu), dan beberapa anak dari asrama Gryffindor, Hufflepuff, dan Ravenclaw yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort.

Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pensieve Snape dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius. Snape sangat sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk mengajarinya sejak saat itu.

Hagrid yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata membawa serta Grawp, adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime (kepala sekolah Beauxbatons, Perancis) sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldemort. Tapi tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp (karena ibu mereka telah meninggal) yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa).

Di tengah tekanan yang dialaminya, Harry berkencan dengan Cho di kafe Madam Pudifoot's di Hogsmeade pada Hari Valentine, namun gagal dan mempengaruhi hubungan mereka. Sementara, Umbridge akhirnya berhasil mengetahui tempat latihan LD setelah seorang anggotanya, Marietta Edgecombe membelot. Konsekuensinya adalah pecahnya kerusuhan anti-Umbridge di Hogwarts, di mana Fred dan George Weasley kabur dari Hogwarts dan penyerangan terhadap kolaborator pro-Umbridge yang tergabung dalam Regu Inkuisitorial. Hal inilah yang memicu putusnya hubungan Harry dan Cho Chang, karena Cho lebih membela temannya tersebut.

[sunting] Klimaks dan akhir cerita

Pertempuran di Departemen Misteri

Bagian dari Perang Sihir Kedua

Tanggal

1996

Lokasi

Departemen Misteri, Kementerian Sihir

Hasil

Kemenangan strategis Laskar Dumbledore dan Orde Phoenix, pengunduran diri Cornelius Fudge dari jabatan Menteri Sihir

Pihak yang terlibat

Orde Phoenix
Laskar Dumbledore

Pelahap Maut

Komandan

Harry Potter
Albus Dumbledore

Lord Voldemort

Kekuatan

7+ anggota Orde Phoenix
6 perwira Laskar Dumbledore

12+ Pelahap Maut

Jumlah korban

1 terbunuh
2 terluka (Orde Phoenix)

hampir semua tertangkap, hanya Voldemort dan Bellatrix yang lolos

Klimaks dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir. Ketika menjalani ujian OWL Ramalan, Harry mendapat suatu penglihatan yang memperlihatkan Sirius disiksa di Departemen Misteri. Harry memutuskan membawa beberapa perwira LD pergi ke Kementerian Sihir, di mana ternyata di sana sudah menunggu para Pelahap Maut. Mereka menjebak Harry untuk mengambil Ramalan di Departemen Misteri. Ramalan tentang dirinya dan Voldermort. Harry, Ron, Hermione, Luna dan Neville berusaha menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika sejumlah anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit, dimana akhirnya Sirius terbunuh. Dumbledore pun akhirnya datang dam membantu melawan para pelahap maut dan Voldemort dan berhasil mengalahkan hampir semua Pelahap Maut dan hanya 2 yang lolos dari penangkapan. Kementerian Sihir akhirnya melihat dan menyadari bahwa Voldemort telah kembali dan aktif, sehingga di bawah tekanan, Menteri Sihir Cornelius Fudge memutuskan mengundurkan diri

Di akhir cerita Dumbledore memberitahu Harry tentang Ramalan tersebut, yang ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk bertahan hidup, ia dan Voldermort harus saling membunuh, karena yang satu tidak bisa bertahan bila yang satu tetap hidup...

Harry Potter and the Sorcerer's Stone ( Harry Potter dan Batu Bertuah )

Sebelum novel dimulai, Voldemort, penyihir paling jahat, membunuh orang tua Harry tetapi secara misterius menghilang setelah mencoba membunuh Harry. Saat dunia sihir merayakan kejatuhan Voldemort, Albus Dumbledore, Minerva McGonagall dan Rubeus Hagrid menempatkan anak yatim piatu berumur satu tahun ini dalam perawatan bibi dan paman Muggle (bukan penyihir) –nya, Vernon dan Petunia Dursley.

Selama sepuluh tahun, mereka dan anak laki-laki mereka Dudley memperlakukan Harry dengan keras. Sederhananya sebelum ulang tahun kesebelas Harry, sebuah surat tiba, dialamatkan kepada Harry tetapi dihancurkan oleh pamannya sebelum Harry bisa membacanya. Akibatnya, setumpukan surat menghujan kedalam rumah pada celah yang terbuka, meskipun kecil, dan untuk melarikan diri, Vernon Dursleya membawa keluarganya ke pulau terpencil. Saat mereka sedang tenang, Hagrid menghancurkan pintu untuk menceritakan kepada Harry apa yang telah disembunyikan keluarga Dursley darinya: Harry adalah seorang penyihir dan telah diterima di Sekolah Hogwarts untuk tahun mendatang.

Hagrid mengantar Harry ke Diagon Alley, tempat berbelanja yang tersembunyi secara magis di London, dimana Harry bingung untuk mengetahui bagaimana dia terkenal di antara para penyihir sebagai “anak laki-laki yang hidup”. Dia juga menemukan bahwa di dunia sihir dia cukup kaya, karena warisan dari orang tuanya yang ditinggalkan di Gringotts Bank. Dipandu Hagrid, dia membeli buku-buku dan peralatan yang dibutuhkan dia untuk Hogwarts – dan menemukan bahwa tongkatnya kembar dengan milik Voldemort.

Sebulan kemudian, Harry meninggalkan rumah Dursley untuk mengejar Hogwarts Express dari Stasiun Kereta Api King Cross. Disana dia ditemani oleh keluarga Weasley, yang menunjukkan padanya bagaimana caranya untuk melewati tembok gaib ke peron 9 ¾, dimana kereta api menunggu. Saat di kereta api Harry berteman dengan Ron Weasley, yang menceritakan padanya bahwa seseorang mencoba untuk merampok lemari besi di Gringotts. Murid baru lain, Draco Malfoy, didampingi oleh asistennya yang gemuk Crabbe dan Goyle, menawarkan diri untuk menasihati Harry, tetapi Harry tidak suka dengan keangkuhan dan prasangka Draco.

Sebelum waktu makan malam pertama di aula besar sekolah, siswa baru dibagikan ke asrama-asrama oleh Topi Seleksi ajaib. Topi menempatkan kebanyakan murid dengan segera – terutama ketika mengirim Draco, Crabbe dan Goyle ke Slytherin – tetapi berdiskusi telepati dengan Harry tentang ambisinya akan membuat Slytherin sebagai pilihan terbaik baginya. Ketika Harry diam tetapi sangat keberatan, Topi mengirimkannya untuk bergabung dengan para Weasley di Gryffindor. Saat Harry sedang bersantai setelah makan malam, Severus Snape membelalak padanya dan dia merasakan tikaman rasa sakit di bekas luka yang Voldemort tinggalkan di dahinya.

Setelah pelajaran ramuan pertamanya yang menyedihkan dengan Snape, Harry dan Ron mengunjungi Hagrid, yang tinggal di gubuk di tepi Hutan Terlarang. Disana mereka mendengar kalau perampokan yang dicoba di Gringotts terjadi pada saat Harry mengambil sejumlah uang, dan Harry mengingatkan Hagrid yang meninggalkan bank dengan sebuah bungkus kecil.

Selama pelajaran terbang pertama murid baru, Neville Longbottom mematahkan pergelangan tangannya dan Draco mengambil kesempatan untuk melemparkan Remembrall ke udara yang tinggi. Harry mengejar di atas sapunya, menangkap Remembrall diatas tanah. Professor McGonagall berlari keluar dan mengangkatnya sebagai Seeker baru Griffyndor.

Draco memperdayakan Ron dan Harry ke kunjungan tengah malam, dan Neville dan Hermione Granger yang suka menyuruh-nyuruh, keduanya juga di Gryffindor, menemani pasangan itu untuk menjauhkan mereka dari masalah. Celakanya mereka semua masuk ke koridor terlarang dan menemukan ruangan berisi anjing kepala tiga yang sangat besar. Kelompok itu kabur dengan cepat, dan hanya Hermione yang memperhatikan bahwa anjing itu berdiri di atas pintu perangkap. Harry menyimpulkan bahwa monster itu menjaga bungkusan yang diselamatkan Hagrid dari Gringotts.

Setelah Ron mengkritik Hermione yang suka pamer dalam pelajaran mantera, dia bersembunyi dalam tangisan di toilet perempuan. Professor Quirrell melaporkan bahwa ada troll telah masuk ke sel bawah tanah. Saat semua orang pergi ke kamar tidur mereka, Harry dan Ron berdesakan untuk memperingatkan Hermione. Troll menyudutkan Hermione di toilet, tetapi saat Harry menikamnya dengan tongkatnya, Ron memukul troll dengan pentungannya sendiri, menggunakan mantera melayang yang ditunjukkan Hermione dalam pelajaran mantera. Ketika sekelompok professor tiba, Hermione mengambil kesalahan untuk bertempur dan menjadi teman akrab Harry dan Ron.

Malam sebelum pertandingan Quidditch pertama Harry, dia melihat Snape menerima perhatian medis dari Filch karena gigitan anjing berkepala tiga. Pada waktu main, sapu Harry lepas kontrol, membahayakan hidupnya, dan Hermione memperingatkan bahwa Snape menatap Harry dan berkomat-kamit. Dia berlari ke tempat Professor, menyenggol Professor Quirrell dalam ketergopohannya, dan membakar jubah Snape. Harry mendapat kembali kontrol sapunya dan menangkap Golden Snitch, memenangkan permainan untuk Gryffindor. Hagrid menolak untuk percaya bahwa Snape bertanggung jawab atas bahaya Harry, tetapi keceplosan bahwa dia membeli anjing berkepala tiga, dan bahwa monster itu menjaga rahasia kepunyaan Professor Dumbledore dan seseorang bernama Nicolas Flamel.

Harry dan para Weasley tinggal di Hogwarts untuk natal, dan salah satu hadiah Harry, dari pemberi tanpa nama, adalah jubah gaib. Harry menggunakan jubah itu untuk mencari di perpustakaan seksi terlarang untuk informasi tentang Flamel yang misterius, telah menghindar dari Snape dan Filch setelah sebuah buku yang mempesona menjerit seperti alarm, dan menyelip masuk ke ruangan berisi Cermin Tarsah, yang menunjukkan orang tuanya dan beberapa leluhur mereka. Harry menjadi kecanduan penglihatan Cermin dan ditolong oleh Professor Dumbledore, yang menjelaskan bahwa Cermin itu menunjukkan keputus-asaan orang yang melihat untuk waktu yang lama.

Ketika murid-murid kembali dari istirahatnya, Draco mengolok-olok Neville, dan Harry menghibur Neville dengan manis. Dan menemukan identitas Flamel dari kartu coklat kodok sebagai ahli kimia. Hermione segera menemukan bahwa dia laki-laki berumur 665 tahun yang hanya memiliki Batu Bertuah, yang bisa memberikan kehidupan. Beberapa hari kemudian Harry memperhatikan Snape mengendap-endap kea rah pinggiran Hutan Terlarang. Dia setengah mendengar percakapan tentang Batu Bertuah, Snape Tanya kepada Professor Quirrell jika dia menemukan cara melewati anjing berkepala tiga dan mengancam Quirrell untuk menentukkan dipihak mana dia berada. Harry menyimpulkan bahwa Snape mencoba untuk mencuri Batu dan Quirrell telah menyiapkan berbagai pertahanan untuk itu.

Harry, Ron dan Hermione mengetahui bahwa Hagrid memelihara seekor bayi naga, yang melawan hukum sihir, dan berencana menyelundupkannya keluar negara sekitar tengah malam. Draco datang, berharap membuat mereka gelisah dan mereka dalam masalah, dan Neville datang untuk memperingatkan mereka dari kejahatan Draco. Meskipun Ron digigit naga dan dikirim ke UKS, Harry dan Hermione bersemangat menyelamatkan naga kabur. Bagaimanapun, mereka tertangkap, dan Harry kehilangan jubah gaib. Sebagian dari hukuman mereka, Harry, Hermione, Draco dan Neville dipaksa untuk menolong Hagrid untuk menyelamatkan seekor unicorn yang terluka parah di Hutan Terlarang. Mereka terbagi manjadi dua pihak, Harry dan Draco menemukan unicorn yang telah mati, dikelilingi oleh darahnya. Sesosok berkerudung merayap ke bangkai dan meminum darahnya, sementara itu Draco menjerit dan melarikan diri. Sosok berkerudung itu bergerak kearah Harry, yang membuat bekas lukanya terasa terbakar. Ketika Harry sadar kembali, sosok berkerudung itu telah hilang dan seekor centaurus, Firenze, menawarkan diri untuk memberinya tunggangan untuk kembali ke sekolah. Centaurus itu menceritakan kepada Harry bahwa yang meminum darah seekor unicorn akan menyelamatkan hidup orang yang sekarat, tetapi meninggalkan mereka hanya tinggal sejengkal hidup. Firenze mengira Voldemort meminum darah unicorn untuk memperoleh kekuatan yang cukup untuk membuat hidup abadi dari Batu Bertuah, dan memperoleh kesehatan penuh dengan meminumnya. Sekembalinya dia, Harry mengetahui bahwa seseorang telah menyelipkan Jubah Gaib di bawah kain seprainya.

Beberapa minggu kemudian, saat bersantai setelah ujian berakhir, harry tiba-tiba menyadari bagaimana sesuatu yang illegal seperti sebuah telur naga menjadi milik Hagrid. Pengawas bintang liar itu bilang bahwa dia mendapatkan telur itu dari seseorang berkerudung yang tak dikenal yang membelikannya beberapa minuman dan menanyakannya bagaimana untuk melewati anjing berkepala tiga, yang diterima Hagrid dengan mudah – musik membuatnya tertidur. Menyadari bahwa salah satu pengamanan Batu Bertuah tidak terjamin, Harry pergi untuk memberitahu Professor Dumbledore, ternyata kepala sekolah telah pergi menghadiri sebuah pertemuan penting. Harry menyimpulkan bahwa Snape memalsukan pesan yang memanggil Dumbledore untuk pergi dan Snape akan mencoba untuk mencuri Batu Bertuah malam itu.

Ditutupi Jubah Gaib, Harry dan kedua temannya pergi ke ruangan anjing kepala tiga, dimana Harry mengirim monster itu untuk tidur dengan memainkan seruling. Setelah mengangkat pintu perangkap, mereka menghadapi berbagai rintangan, tiap-tiap rintangan memerlukan kemampuan khusus yang dimiliki oleh masing-masing dari mereka, dan salah satunya mengharuskan Ron untuk mengorbankan dirinya. Di ruangan terakhir, sekarang sendirian, yang ditemukannya bukan Snape, tetapi Quirrell. Quirrell mengakui bahwa dia membiarkan troll mencoba untuk membunuh Hermione di toilet, dan bahwa dia mencoba uuntuk membunuh Harry pada saat pertandinga Quidditch pertama tetapi disenggol oleh Hermione. Snape mencoba untuk melindungi Harry dan mencurigai Quirrell. Quirrell melayani Voldemort, dan setelah gagal untuk mencuri Batu Bertuah dari Gringotts, mengijinkan tuannya untuk merasukinya dan memerintahkan untuk memperbaiki kesempatan yang memuaskan. Bagaimanapun ada objek lain dalam ruangan tersebut yaitu Cermin Tarsah, dan Quirrell dapat melihat ketidakadaan tanda-tanda dari Batu Bertuah. Pada tawaran Voldemort, Quirrell memaksa Harry untuk berdiri di depan Cermin. Harry merasa Batu itu jatuh kedalam kantongnya dan mencoba untuk berdalih. Quirrell melepas surbannya, menampakkan wajah Voldemort dibelakang kepalanya. Voldemort/Quirrell mencoba untuk merebut Batu itu dari Harry, tetapi begitu menyentuh Harry menyebabkan kulit Quirrell terbakar. Akhirnya perjuangan Harry berakhir.

Dia terbangun di rumah sakit sekolah, dimana Profesor Dumbledore menceritakan padanya bahwa dia bisa selamat karena pengorbanan ibunya untuk melindunginya, dan Voldemort tidak dapat mengerti kekuatan seperti cinta. Voldemort meninggalkan Quirrell yang mati, dan kemungkinan besar untuk kembali dengan segala cara. Dumbledore telah meramalkan bahwa Cermin Tarsah tidak menunjukkan pada Voldemort/Quirrell ingin menggunakannya, mereka ingin menggunakan batu bertuah untuk menyelamatkan hidup Voldemort, Harry dapat melihat Batu Bertuah karena dia ingin menemukannya bukan menggunakannya. Batu itu sekarang telah dimusnahkan.

Harry kembali ke keluarga Dursley pada liburan musim panas, tetapi tidak bercerita pada mereka kalau penyihir di bawah umur dilarang menggunakan sihir diluar Hogwarts.